Dorong Riset Aplikatif, Universitas Narotama dan Jatim Park 3 Bangun Kolaborasi Berkelanjutan
07 April 2026, 12:30:58 Dilihat: 143x
Universitas Narotama resmi menjalin kerja sama dengan Jatim Park 3 melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Senin, 6 April 2026. Penandatanganan dilakukan oleh Rektor Associate Prof. Dr. Arasy Alimudin, S.E., M.M bersama Direktur PT. Maju Batu Bersama (Jatim Park3) Dr. Ir. Suryo Widodo, M.M., M.Ars., M.T, yang juga merupakan alumni Magister Teknik Universitas Narotama.
Kepala Sub Direktorat Kerjasama, Ani Wulandari, S.S., M.M menjelaskan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya ekspansi kemitraan Universitas Narotama yang konsisten.
Kerja sama ini menekankan sinergi antara dunia akademik dan industri, khususnya dalam menjawab berbagai tantangan regulasi di sektor swasta. Menurut Ani, selama ini banyak pelaku industri mengalami kendala akibat adanya aturan hukum yang saling bertentangan atau kurang aplikatif di lapangan.
“Ketika pihak swasta langsung menyuarakannya ke pemerintah, miskomunikasi bisa saja terjadi. Namun jika dikaji melalui riset akademik, hal tersebut akan menjadi masukan yang objektif dan solutif untuk pembentukan kebijakan,” jelasnya.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan lahir kajian-kajian ilmiah yang mampu memberikan solusi struktural terhadap berbagai persoalan hukum dan ekonomi yang dihadapi pelaku industri.
Selain penguatan riset, kerja sama ini juga membuka peluang besar bagi mahasiswa. Salah satunya adalah akses magang di perusahaan skala besar seperti Jatim Park 3.
“Mahasiswa akan mendapatkan best practices langsung dari industri, terutama dalam pengelolaan administrasi dan keuangan perusahaan besar,” tambah Ani.
Tidak hanya itu, kolaborasi ini juga berpotensi menghadirkan program riset bersama antara dosen dan mitra industri, hingga peluang revenue generating melalui jasa konsultasi dan pendampingan ahli dari dosen Universitas Narotama.
Menuju kerja sama jangka panjang, Kerja sama ini akan ditindaklanjuti dengan Memorandum of Agreement (MoA) setelah masing-masing fakultas menentukan program prioritas yang akan diimplementasikan.
Ani menegaskan bahwa kerja sama ini tidak menutup kemungkinan untuk diperluas, baik dengan unit lain dalam grup Jatim Park maupun mitra strategis lainnya.
“Selama ada chemistry yang kuat diantara kedua pihak dan tujuan yang jelas, kami sangat terbuka untuk kolaborasi lanjutan,” ungkapnya.
Ke depan, kerja sama ini diharapkan tidak hanya terbatas pada riset dan magang, tetapi juga berkembang ke berbagai aspek strategis lainnya, seperti:
Penyerapan lulusan (rekrutmen alumni),
Program beasiswa melalui CSR perusahaan,
Pengembangan fasilitas pendidikan,
Kontribusi industri dalam penyempurnaan kurikulum.
“Harapan kami, kerja sama ini bisa berkembang luas dan mendalam, serta memberikan manfaat mutual bagi kedua belah pihak,” tutup Ani.